Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian RI . dan Ketua I Sekolah Tinggi Pertanian ( STPP) Yogyakarta Dr.Ir. Sapto Husodo, MS membuka Diklat Dasar Ahli Penyuluh Pertanian pada tanggal 28 April 2010 di STPP Yogyakarta. Diklat Dasar Ahli penyuluh pertanian dilaksanakan di STPP Yogyakarta pada tanggal 28 April sd. 15 Mei 2010. Diklat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari Kal.Selatan 7 orang., Kalimantan Barat 8 orang, Kalimantan Timur 7 orang, . dan prov. DIY 8 orang.
Tujuan Diklat Fungsional ini adalah :
1. Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Penyyuluh Pertanian
2. menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja dan tata hubungan kerja penyuluh pertanian.
3. Memberikan wawasan berfikir secara konprehensif bagi Penyuluh Pertanian.
4. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai penyuluh pertanian
5. Meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian
Materi Diklat dasar Ahli Penyuluh pertanian adalah sejumlah 150 jam pelajaran terdiri dari materi kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang serta praktek kompetisi. Pada diklat ini jumlah jam teori sebanyak 39 JP, jam praktek 111 JP. Peserta dari Provinsi Kalimantan Selatan adalah :
1. Zainal ILmi,SE.SP , Penyuluh dari Sekretariat Bakorluh Prov.Kal-Sel
2. Haezar Rahman ,SP Penyuluh dari Kab. Banjar
3. Saifudin,SP, Penyuluh dari Kab. Banjar.
4. Edy Sukoco,SP, Penyuluh dari Kab. Banjar
5. H. Hamdi,SP. Penyuluh dari Kab. Tanah Laut
6. M. Zulfikli,SP. Penyuluh dari Kab. Kota Baru
7. Subali,S.ST. .Penyuluh dari Kab. Kota Baru
Sabtu, 01 Mei 2010
Selasa, 06 April 2010
Latihan Penyuluh Swadaya Indonesia Tengah di Kota Banjarbaru, Kal-Selatan
Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia ,Departemen Pertranian Dr.Ato Suprapto,MS di Hotel Rahayu Kota Banjarbaru, pada tanggal 6 April 2010 membuka Pelatihan Penyuluh Pertanian Swadaya se wilayah Indonesia Tengah yang meliputi Provinsi Kal-Sel, Kal-Tengah, Kal, Timur, Kal. Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Nusa Teggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pembukaan dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan dan Kepala Bagian dilingkungan Pusat Penyuluhan. Juga hadir dalam pembukaan itu Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Kalimantan Selatan. Ir. Yayat Hidayat Hendarin, MP beserta semua, Kabag, Kasubag dan Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian.
Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 6 sd. 9 April 2010. Praktek lapangan peserta latihan dilaksanakan di Kel.Tani Harapan Baru Kabupaten Tanah Laut, yang melaksanakan usahatani Penggemukan sapi, perkebunan kelapa sawit, dan Usaha budidaya jamur.
Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian mengajak para Penyuluh untuk mensukseskan swasembada berkelanjutan dalam swasembada beras, jagung kedelai, dan swasembada daging..
Disamping itu diversifikasi pangan digalakkan untuk mengurangi ketergantungan pada beras, misalnya agar konsumsi beras bisa digantikan dengan jagung, ubi kayu ataupun sagu. Sehingga sumber pangan lokal non beras perlu dibina dengan sebaik-baiknya, dan konsumsinya perlu dimasyarakatkan mulai anak-anak TK, SD,SMP .
Penyuluh juga perlu mengajak masyarakat petani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Nilai tambah ditingkatkan dengan pengolahan produk pertanian, sortasi ,paking. sedangkan daya saing dapat ditingkatkan dengan penerapan teknologi yang bisa menurunkan input, dan biaya produksi sehingga HPP ( Harga Pokok Penjualan) menjadi turun sehingga produk kita bisa bersaing di pasaran Internasional.
Usahatani yang dikelola petani hendaknya feasible dan bankable secara ekonomis. Oleh itu pola pikir masyarakat petani sekarang ini dirobah dari aspek produksi kepada masyarakat yang melaksanakan aspek-aspek agribisnis yang sudah berorientasi kepada pasar. Jadi pasarlah yang terlebih dulu dipikirkan baru proses produksinya.
Pemberdayaan petani sekarang dilaksanakan melalui pemberdayaan kelembagaan petani melalui program PUAP ( Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) , LM3( Lembaga yang mengakar di Masyarakat) dan FMA ( Petani mengelola sendiri dana Penyuluhan.) namun hendaknya agar benar-benar , kelembagaan petani tersebut tumbuh dari bawah, sesuai keinginan masyarakat petani untuk mengembangkan taraf hidupnya. Sehingga kelembagaan bisa berkembang secara swadaya dan partisipatif
Anak muda sekarang ini ada kecenderungan untuk tidak mau bekerja di sektor pertanian, sehingga kecintaan terhadap pertanian agar dimulai sejak dini yaitu sejak TK, SD, SMP untuk ditanamkan kepada anak-anak agar mencintai pertanian, karena kegiatan pertanian merupakan usaha yang bisa menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat. Disamping merupakan pekerjaan yang afdhol karena pertanian menyediakan bahan makanan dan pakaian dan Perumahan untuk masyarakat.
Rabu, 31 Maret 2010
SOSIALISASI PERMENPAN 02 TAHUN 2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN
Rabu, 31 Maret 2010 di Ruang rapat Kantor Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Kalimantan Selatan dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara No. 02 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian. Yang dihadiri oleh Kepala Bidang Ketenagaan,Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.Departemen Pertanian Ir.Maspoer Makhmudi, MM beserta Tim Penilai Penyuluh Pertanian Pusat.. Kepala BKD Prop Kal-Sel yang diwakili oleh Heldy Helmy. Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan, .Tim penilai Provinsi. Tim Penilai Kabupaten Kota se Kal Sel. Beserta Penyuluh Pertanian
Senin, 29 Maret 2010
Itik Hybrida dari Kalimantan selatan Raja dan Ratu
ITIK RAJA DAN RATU ITIK HIBRIDA DARI KALIMANTAN SELATAN
Itik Raja dan ratu merupakan itik hybrida hasil persilangan itik Alabio dan Itik Mojosari, yang mempunyai sifat lebih unggul dari tetuanya.. Itik Raja adalah yang jantan sedangkan Ratu adalah betinanya.
Keunggulan itik raja dan Ratu
Langganan:
Postingan (Atom)
