Sabtu, 01 Mei 2010

Diklat Dasar Ahli Penyuluh Pertanian di Yogyakarta

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian RI    .  dan  Ketua I Sekolah Tinggi Pertanian ( STPP) Yogyakarta  Dr.Ir. Sapto Husodo, MS  membuka Diklat Dasar Ahli  Penyuluh Pertanian pada tanggal 28  April 2010 di STPP Yogyakarta. Diklat Dasar Ahli penyuluh pertanian dilaksanakan di STPP Yogyakarta pada tanggal 28 April sd. 15 Mei 2010. Diklat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari Kal.Selatan 7 orang., Kalimantan Barat 8 orang, Kalimantan Timur 7 orang, . dan prov. DIY 8 orang.
Tujuan Diklat Fungsional ini adalah :
1. Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Penyyuluh Pertanian
2. menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja dan tata hubungan kerja penyuluh pertanian.
3. Memberikan wawasan berfikir secara konprehensif bagi Penyuluh Pertanian.
4. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai penyuluh pertanian
5. Meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian
Materi Diklat dasar Ahli Penyuluh pertanian adalah sejumlah 150 jam pelajaran terdiri dari materi kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang serta praktek kompetisi. Pada diklat ini jumlah jam teori sebanyak 39 JP, jam praktek 111 JP. Peserta dari Provinsi   Kalimantan Selatan adalah :
1. Zainal ILmi,SE.SP   , Penyuluh dari Sekretariat Bakorluh  Prov.Kal-Sel
2. Haezar Rahman ,SP Penyuluh dari Kab. Banjar
3. Saifudin,SP, Penyuluh  dari Kab.  Banjar.
4. Edy Sukoco,SP, Penyuluh dari Kab. Banjar
5. H. Hamdi,SP. Penyuluh dari Kab. Tanah Laut
6. M. Zulfikli,SP. Penyuluh dari Kab. Kota Baru
7. Subali,S.ST. .Penyuluh dari Kab. Kota Baru

Selasa, 06 April 2010

Latihan Penyuluh Swadaya Indonesia Tengah di Kota Banjarbaru, Kal-Selatan


Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia ,Departemen Pertranian Dr.Ato Suprapto,MS  di Hotel Rahayu Kota Banjarbaru, pada tanggal 6 April 2010  membuka Pelatihan Penyuluh Pertanian Swadaya se wilayah Indonesia Tengah yang meliputi Provinsi Kal-Sel, Kal-Tengah, Kal, Timur, Kal. Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara,  Nusa Teggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.  Pembukaan dihadiri oleh  Kepala Pusat Penyuluhan dan Kepala Bagian dilingkungan Pusat Penyuluhan. Juga hadir dalam pembukaan itu Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Kalimantan Selatan. Ir. Yayat  Hidayat Hendarin, MP beserta semua, Kabag, Kasubag dan Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian.
Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 6  sd. 9 April 2010. Praktek lapangan peserta latihan dilaksanakan  di Kel.Tani  Harapan Baru Kabupaten Tanah Laut, yang melaksanakan usahatani Penggemukan sapi, perkebunan kelapa sawit, dan Usaha budidaya jamur.
Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian mengajak para Penyuluh untuk  mensukseskan swasembada berkelanjutan  dalam swasembada beras, jagung kedelai, dan swasembada daging..
Disamping itu diversifikasi pangan digalakkan untuk mengurangi ketergantungan pada beras,  misalnya agar konsumsi beras bisa  digantikan dengan jagung, ubi kayu ataupun sagu. Sehingga sumber pangan lokal non beras perlu dibina dengan sebaik-baiknya, dan konsumsinya perlu dimasyarakatkan mulai anak-anak TK, SD,SMP .
Penyuluh juga perlu mengajak masyarakat petani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Nilai tambah ditingkatkan dengan pengolahan  produk pertanian, sortasi ,paking. sedangkan daya saing dapat ditingkatkan dengan penerapan teknologi  yang bisa menurunkan input, dan biaya produksi sehingga HPP ( Harga Pokok Penjualan) menjadi turun sehingga produk kita bisa bersaing di pasaran Internasional.
Usahatani yang dikelola petani hendaknya feasible dan bankable secara ekonomis. Oleh itu pola pikir masyarakat petani sekarang ini dirobah dari aspek produksi kepada masyarakat yang melaksanakan aspek-aspek agribisnis yang sudah berorientasi kepada pasar. Jadi pasarlah yang terlebih dulu dipikirkan baru proses produksinya.
Pemberdayaan petani sekarang dilaksanakan melalui pemberdayaan kelembagaan petani melalui program PUAP ( Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) , LM3( Lembaga yang mengakar di Masyarakat) dan FMA ( Petani mengelola sendiri dana Penyuluhan.) namun hendaknya agar  benar-benar , kelembagaan petani tersebut tumbuh dari bawah, sesuai keinginan masyarakat petani untuk mengembangkan taraf hidupnya.  Sehingga kelembagaan bisa  berkembang secara swadaya dan partisipatif
Anak muda sekarang ini ada kecenderungan untuk tidak mau bekerja di sektor pertanian,  sehingga  kecintaan terhadap pertanian agar dimulai sejak dini yaitu sejak TK, SD, SMP  untuk ditanamkan kepada anak-anak agar mencintai pertanian, karena kegiatan pertanian merupakan usaha yang bisa menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat. Disamping merupakan pekerjaan yang afdhol karena pertanian menyediakan bahan makanan dan pakaian  dan Perumahan untuk masyarakat.


Rabu, 31 Maret 2010

SOSIALISASI PERMENPAN 02 TAHUN 2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN

Rabu,  31 Maret 2010  di Ruang rapat Kantor Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Kalimantan Selatan   dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara No. 02 Tahun 2008 tentang  Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian. Yang dihadiri oleh Kepala Bidang Ketenagaan,Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian.Departemen Pertanian  Ir.Maspoer Makhmudi, MM beserta Tim Penilai Penyuluh Pertanian Pusat.. Kepala BKD Prop Kal-Sel yang diwakili oleh Heldy Helmy.  Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan, .Tim penilai Provinsi. Tim Penilai Kabupaten Kota se Kal  Sel. Beserta Penyuluh Pertanian

Senin, 29 Maret 2010

Itik Hybrida dari Kalimantan selatan Raja dan Ratu


 ITIK RAJA DAN RATU ITIK HIBRIDA DARI KALIMANTAN SELATAN

Itik Raja dan ratu merupakan itik hybrida hasil persilangan itik  Alabio dan Itik Mojosari, yang mempunyai sifat lebih unggul dari tetuanya.. Itik Raja adalah yang jantan sedangkan Ratu adalah betinanya.
Keunggulan itik raja dan Ratu